Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Novel Daerah Salju Karya Kawabata Yasunari dengan Novel London Love Story Karya Tisa dan Stanley Maulen: Kajian Sastra Bandingan

Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Novel Daerah Salju Karya Kawabata Yasunari dengan Novel London Love Story Karya Tisa dan Stanley Maulen: Kajian Sastra Bandingan
Navi Triastiti Suhardi
FBS Universitas Negeri Jakarta

Unsur yang (secara langsung) turut serta membangun cerita. Pada prosa fiksi unsur intrinsik yang membangun adalah tema, alur, latar, penokohan, amanat, sudut pandang penceritaan, gaya bahasa dan lain- lain. Kepaduan antar berbagai unsur intrinsik inilah yang membuat sebuah novel terwujud. Salah satu novel karya Kawabata Yasunari yang berjudul Daerah Salju dalam penelitian ini dianalisis unsur-unsur intrinsiknya dalam membangun tema. Karena itulah dalam penelitian ini penulis akan menjawab rumusan masalah yaitu bagaimana keterkaitan unsur-unsur intrinsik dalam membangun tema novel Daerah Salju karya Kawabata Yasunari. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme dalam kajian unsur intrinsik untuk mengetahui tema, alur, latar, penokohan, sudut pandang, amanat dan keterkaitan unsur intrinsik tersebut dalam membangun tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Daerah Salju ini menceritakan kisah cinta yang tidak dapat bersatu antara Shimamura dan Komako, dapat diketahui bahwa tema novel ini adalah hubungan percintaan dua insan manusia yang tidak dapat terwujud. Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur sorotbalik (flashback). Jika dikaitkan dengan tema, cerita ini sudah terjadi dan dapat membangun tema. Alur berkaitan dengan tokoh Shimamura dan juga amanat. Hubungan tema dengan latar tempat di daerah salju yang pada akhirnya membuat hubungan percintaan dua insan manusia yang tidak dapat terwujud pada tokoh Shimamura dan Komako. Latar dapat dikaitkan dengan penokohan, seperti Komako yang penduduk asli daerah salju, Hubungan tema dengan penokohan dapat dilihat dari hubungan antara Shimamura dengan Komako. Penokohan juga dapat dikaitkan dengan unsur intrinsik yang lain yaitu latar di daerah salju. Hubungan tema dengan amanat dalam novel ini, bahwa Kawabata menyatakan hidup manusia di dunia ini tidak kekal. Amanat juga berkaitan dengan penokohan dan alur yang dapat membangun tema. keterkaitan unsur intrinsik yang satu dengan yang lainnya sangat erat dalam membangun tema.
            Unsur intrinsik  adalah unsur terpenting dalam membangun sebuah karya sastra terutama novel. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tema, amanat, alur dan latar didalam  novel yang akan dikaji. Sumber data adalah sumber data tertulis berupa novel London Love Story.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tergolong dalam jenis penelitian deskriptif .masalah yang dikaji penulis dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana tahapan alur dalam novelLondon Love Story? (2) bagaimana latar dalam novelLondon Love Story? (3) apa saja amanat didalam novelLondon Love Story? (4) baagaimana tema didalam novelLondon Love Story?. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan alur dalam novelLondon Love Story (2) mendeskripsikan latar/setting novel London Love Story(3) mendeskripsikan amanat yang tekandung dalam  dalam novel London Love Story(4) mendeskripsikan tema dalam novelLondon Love Story. Penulis menyimpulkan penelitian bahwa London Love Storymemiliki alur maju dan mundur, cerita dalam novel London Love Storyini menggunakan latar tempat dan waktu, amanat yang disampaikan secara tesurat, tema dalam novel London Love Storyadalah Kisah CintaRemaja dan Pesahabatan.
Tahapan Alur Dalam Novel London Love Story Karya Tisa TS. Dan Stanley Maulen.
Alur dalam karya fiksi merupakan suatu tahap-tahap peristiwa. Alur juga merupakan rangkaian peristiwa dalam sebuah cerita. Alur atau rangkaian peristiwa dalam karya fiksi terdiri dari beberapa tahap. Tahap-tahap peristiwa dalam karya fiksi beraneka ragam. Dalam cerita fiksi atau cerpen, urutan tahap peristiwa beraneka ragam. Rangkaian peristiwa dikenal dengan adanya penyebab permasalahan, pemasalahan, titik permasalahan, dan diakhiri dengan penyelesaian.
Eksposisi dan pengembangan cerita adalah bagian cerita yang menceitakan awal kisah cinta tokoh utama. Pengembangan ceritanya dikembangkan dengan adanya peristiwa-peristiwa yang memacu konflik dalam novel London Love Story Karya Tisa TS. dan Stanley Maulen.
Tegangan atau suspensi adalah awal cerita dengan berangkat dari suatu paparan peristiwa yang menenangkan dan menyita perhatian pembaca, karena adanya sesuatu yang mengundang tanda tanya yang bisa diistilahkan dengan suspensi dalam novel London Love Story yang menceritakan kejadian dimasalalu yang membuat pembaca penasaran dengan cerita selanjutnya yang disajikan oleh pengarang mengingat kisah cinta yang banyak diminati para remaja.
Klimaks adalah bertambahnya masalah yang dihadapi oleh tokh dalam novel London Love Story Karya Tisa TS. dan Stanley Maulen. Masalah ini berawal dari masalah kecil yang dihadapi oleh tokoh Caramel sampai masalah yang dihadapi oleh kedua tokoh Caramel dan Dave. Penyelesaian adalah titik akhir yang dihadapai tokoh bisa berakhir dengan perasaan yang gembira, terharu, dan senag dalam novel London Love Story Karya Tisa TS. dan Stanley Maulen.
Alur cerita yang terdapat dalam novel London Love Story merupakan alur maju mundur dan tahapan-tahapan yang penulis analisis dari data peristiwa-petistiwa yang sudah penulis kimpulkan, maka tahapan alur dalam novel London Love Story dijelaskan penulis sebagai berikut berikut:

  1. Pada peristiwa 1-6, menempati kedudukan eksposisi dan pengembangan cerita, yaitu peristiwa awal kehidupan Caramel di kota London yang melanjutkan study nya diluar negeri dan tak hanya melanjutkan kuliahnya tapi Caramel juga meninggal kan masalalu yang ada di di indonesia.
  2. Pada peristiwa 7-10, menempati kedudukan sebagai tegangan atau suspensi yaitu menceritakan tentang masalalu Caramel dana Dave pada dua tahun silam diawal pertemuan mereka terjadi.
  3. Pada peristiwa 11, menempati kilamaks dimana munculnya masalah yang dihadapi tokoh. Peristiwa ini diawali oleh konflik yang dihadapai oleh Caramel.
  4. Pada peristiwa 12-13, menempati kedudukan sebagai enyelesaian yaitu titik akhir yang dihadapai oleh tokoh. Penyelesaian ini berada pada peristiwa dimana dave menceritakan atas kesalahpahaman yang dirasakan oleh Caramel selama ini terhadap Dave.
Dari data yang sudah penulis tentukan tahapan alurnya diatas, maka dapatlah penulis membuat kesimpulan bahwa alur yang digunakan dalam novel London Love Story ini memakai alur maju mundur atau campuran. Tahapan cerita dalam novel London Love Story memiliki tiga tahapan yaitu tahapan eksposisi dan pengembangan, tegangan tau suspensi, klimaks dan penyelesaian.

  1. Latar/Setting yang Terdapat dalam Novel London Love Story
Penulisan latar cerita noveel dan cerpen terlihat langsung secara kualitatif terdapat perbedaan yang menonjol. Pelukisan keadaan tokoh dan lingkungan yang amat teliti dan berkepanjangan, termasuk deskripsi keadaan tokoh sepertiterhadap tokoh utama dalam novel tidak selamanya efektif. Dalam novel London Love Story pengarang dalam menentukan latar cerita juga menggambarkan keromantisan tersendiri bagi pembaca maupun tokoh dalam cerita.
Setelah penulis melakukan penelitian terhadpa novel yang bejudul London Love Story melalui deskripsi data dan analisis data, maka pada sub bab ini penulis dapat mengintreprestasikan data dan penelitian tentang unsur intrinsik yang terdapat dalam novel tersebut.Novel London Love Stori mengisahkan tentang kisah cinta dua pasang remaja dimana Dave berusaha mempertahankan cintanya meski dalam keadaan Caramel yang salah paham terhadapnya. Alur cerita yang terdapat dalam novel London Love Story adalah alur maju mundur atau campuran yang memiliki empat tahapan yaitu eksposisi pengembangan cerita, tegangan atau suspensi, klimaks dan penyelesaian. Tahapan alur ini membuat pembaca tidak bosan dan jalan cerita tidak monoton. Alur ceritanya sambung-menyambung membuat pembaca tidak bisa melompati ceritanya.
Cerita dalam novel London Love Story ini melibatkan latar tempat dan latar waktu. Latar tempat yang tergambar dalam isi novel  London Love Story adalah (1)London, (2) Kafe Pizza, (3) Klub, (4) Jembatan, (5) Apartemen, (6) Di Pinggir Jalan, (7) Di Stasiun Tube, (8) Kapsul London Eye, (9) Trotoar, (10) Tanjung Benoa, Bali, (11) Dermaga, (12) Restoran, (13) Pantai Kuta, (14) Rumah Caramel, (15) Taman, (16) Ruang ICU, Rumah Sakit. Selanjutnya latar waktu dalam novel London Love Story adalah (1) pagi, (2) malam, (3) siang. Tempat yang berpindah-pindah memberikan informasi yang luas terhadap pembaca dan sesuai dengan judul yang dibuat pengarang yaitu London Love Story dengan tema bertahan dengan cinta dimasa yang akan datang dan berusaha mempertahankannya.
Amanat yang dapat penulis simpulkan adalah jika kita benar benar mencintai seserang maka pertahankan karena cinta takkan pernah menghianati. Kemudian jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan sendiri karena dapat menimbulkan adanya salah paham.Berdasarkan isi cerita yang penulis baca dan rumusan tema yang telah penulis buat pada novel London Love Story adalah “Bertahan dengan cinta dimasa yang akan datang dan berusaha mempertahankannya”.


  1. Alur cerita yang terdapat dalam novel London Love Story adalah alur maju mundur atau campuran yang memiliki empat tahapan yaitu eksposisi pengembangan cerita, tegangan atau suspensi, klimaks dan penyelesaian. Tahapan alur ini membuat pembaca tidak bosan dan jalan cerita tidak monoton. Alur ceritanya sambung-menyambung membuat pembaca tidak bisa melompati ceritanya.
  2. Cerita dalam novel London Love Story ini melibatkan latar tempat dan latar waktu. Latar tempat yang tergambar dalam isi novel  London Love Story adalah (1)London, (2) Kafe Pizza, (3) Klub, (4) Jembatan, (5) Apartemen, (6) Di Pinggir Jalan, (7) Di Stasiun Tube, (8) Kapsul London Eye, (9) Trotoar, (10) Tanjung Benoa, Bali, (11) Dermaga, (12) Restoran, (13) Pantai Kuta, (14) Rumah Caramel, (15) Taman, (16) Ruang ICU, Rumah Sakit. Selanjutnya latar waktu dalam novel London Love Story adalah (1) pagi, (2) malam, (3) siang. Tempat yang berpindah-pindah memberikan informasi yang luas terhadap pembaca dan sesuai dengan judul yang dibuat pengarang yaitu London Love Story dengan temabertahan dengan cinta dimasa yang akan datang dan berusaha mempertahankannya.
  3. Amanat yang dapat penulis simpulkan adalah jika kita benar benar mencintai seserang maka pertahankan karena cinta takkan pernah menghianati. Kemudian jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan sendiri karena dapat menimbulkan adanya salah paham.
  4. Berdasarkan isi cerita yang penulis baca dan rumusan tema yang telah penulis buat pada novel London Love Story adalah “Bertahan dengan cinta dimasa yang akan datang dan berusaha mempertahankannya”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEMIOTIKA MAKNA PADA LIRIK LAGU MANUSIA KUAT – TULUS

DESKRIPSI WARNA PADA IKON LAYANAN ON-DEMAND GO-RIDE, GO-CAR, GO-FOOD PADA APLIKASI GO-JEK

Ikon, Indeks, dan Simbol Dalam Lambang Centang: Kajian Semiotika